{"id":4591,"date":"2025-12-01T22:54:10","date_gmt":"2025-12-01T15:54:10","guid":{"rendered":"https:\/\/indoproav.id\/find\/?p=4591"},"modified":"2025-12-01T22:54:10","modified_gmt":"2025-12-01T15:54:10","slug":"smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/","title":{"rendered":"Smart TV Biasa vs Interactive Flat Panel: Mengapa TV Rumah Tidak Cocok untuk Kelas?"},"content":{"rendered":"<article><strong>Smart TV Biasa vs Interactive Flat Panel<\/strong>. Pernahkah Anda berada di situasi ini: sekolah ingin mulai menggunakan teknologi layar untuk pembelajaran modern, tetapi anggaran belum besar. Lalu muncul ide alternatif: bagaimana kalau pakai Smart TV biasa saja? Toh sama-sama layar digital, bisa YouTube, bisa cast dari HP, dan jelas harganya lebih murah dibanding Interactive Flat Panel.<\/p><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_80 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Kenapa_Banyak_Sekolah_Awalnya_Memilih_Smart_TV\" >Kenapa Banyak Sekolah Awalnya Memilih Smart TV?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Perbedaan_Lingkungan_Faktor_yang_Sering_Tidak_Dihitung\" >Perbedaan Lingkungan Faktor yang Sering Tidak Dihitung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Fitur_dan_Fungsionalitas_Apakah_Smart_TV_Cukup\" >Fitur dan Fungsionalitas Apakah Smart TV Cukup?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Smart_TV_Dibangun_untuk_Hiburan_Bukan_Pendidikan\" >Smart TV Dibangun untuk Hiburan, Bukan Pendidikan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Batasan_Smart_TV_di_Kelas\" >Batasan Smart TV di Kelas<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Interactive_Flat_Panel_Dibangun_untuk_Pembelajaran_Aktif\" >Interactive Flat Panel Dibangun untuk Pembelajaran Aktif<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Keunggulan_Utama_Interactive_Flat_Panel\" >Keunggulan Utama Interactive Flat Panel<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Aspek_Teknis_Perbedaan_yang_Menentukan_Umur_Pakai\" >Aspek Teknis Perbedaan yang Menentukan Umur Pakai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Cost_of_Ownership_Lebih_Murah_di_Awal_Belum_Tentu_Hemat_di_Akhir\" >Cost of Ownership Lebih Murah di Awal Belum Tentu Hemat di Akhir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Jika_Tujuannya_Transformasi_Digital_Maka_Perangkat_Harus_Mampu_Tumbuh_Bersama_Sekolah\" >Jika Tujuannya Transformasi Digital, Maka Perangkat Harus Mampu Tumbuh Bersama Sekolah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#Kesimpulan_Mana_yang_Benar_untuk_Kelas\" >Kesimpulan Mana yang Benar untuk Kelas?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/smart-tv-biasa-vs-interactive-flat-panel\/#BONUS_GRATIS_Video_Perbandingan_Ketahanan_Layar\" >BONUS GRATIS Video Perbandingan Ketahanan Layar<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n<p>Di permukaan, keputusan itu terlihat logis. Tetapi beberapa bulan setelah dipasang di kelas, mulai muncul masalah: layar tidak responsif saat disentuh, cast sering patah-patah, siswa tidak bisa menulis langsung di layar, remote hilang, TV susah dikontrol, dan dalam beberapa kasus layar mulai muncul garis karena tekanan terlalu sering.<\/p>\n<p>Dan saat itu terjadi, barulah muncul pertanyaan besar: apakah benar keputusan ini sudah tepat untuk jangka panjang \u2014 terutama jika tujuannya untuk mendukung pembelajaran aktif, kolaboratif, dan interaktif?<\/p>\n<p>Karena pada akhirnya, pertanyaan sebenarnya bukan sekadar \u201cmana yang lebih murah,\u201d tetapi \u201cmana yang benar-benar berfungsi dan bertahan lama dalam lingkungan sekolah.\u201d Dan di sinilah perbandingan smart tv vs interactive flat panel kelas menjadi relevan.<\/p>\n<\/article>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-4594\" src=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/smart-tv-vs-interactive-flat-panel-kelas-1024x573.jpg\" alt=\"smart tv vs interactive flat panel kelas\" width=\"1024\" height=\"573\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/smart-tv-vs-interactive-flat-panel-kelas-1024x573.jpg 1024w, https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/smart-tv-vs-interactive-flat-panel-kelas-300x168.jpg 300w, https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/smart-tv-vs-interactive-flat-panel-kelas-768x430.jpg 768w, https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/smart-tv-vs-interactive-flat-panel-kelas-1536x860.jpg 1536w, https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/smart-tv-vs-interactive-flat-panel-kelas.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<article>\n<p align=\"center\">\n<p>Sebelum membahas lebih detail, satu hal perlu dipahami: kelas bukan ruang keluarga. Di rumah, Smart TV digunakan untuk menonton. Di sekolah, layar menjadi alat pembelajaran, alat kolaborasi, bahkan pengganti papan tulis. Pola penggunaan yang berbeda ini akan menentukan apakah perangkat benar-benar layak untuk kelas atau hanya terlihat mirip di permukaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenapa_Banyak_Sekolah_Awalnya_Memilih_Smart_TV\"><\/span>Kenapa Banyak Sekolah Awalnya Memilih Smart TV?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jawabannya sederhana: harga. Smart TV 65 inci mungkin berada di kisaran 6\u201310 juta rupiah tergantung merek, sedangkan Interactive Flat Panel 65 inci bisa di kisaran 25\u201340 juta. Dari sudut pandang finansial, opsi TV terlihat jauh lebih menarik.<\/p>\n<p>Tetapi sekolah bukan hanya membeli layar. Sekolah membeli:<\/p>\n<ul>\n<li>Solusi pembelajaran.<\/li>\n<li>Durabilitas.<\/li>\n<li>Kesiapan penggunaan.<\/li>\n<li>Dampak pendidikan jangka panjang.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena jika perangkat hanya bisa dipakai untuk streaming video atau mirroring, maka itu bukan solusi pembelajaran digital, tetapi hanya &#8220;layar besar di kelas&#8221;.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Lingkungan_Faktor_yang_Sering_Tidak_Dihitung\"><\/span>Perbedaan Lingkungan: Faktor yang Sering Tidak Dihitung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ketahanan perangkat sangat dipengaruhi konteks pemakaian. Di rumah, Smart TV digunakan oleh sedikit orang, biasanya dengan remote, tanpa sentuhan layar, dan rata-rata hanya menyala 2\u20133 jam per hari. Di sekolah, kondisinya berbeda:<\/p>\n<ul>\n<li>Layar disentuh langsung setiap hari.<\/li>\n<li>Siswa dan guru menggunakan stylus atau jari secara bergantian.<\/li>\n<li>Menulis, menghapus, memilih menu dilakukan puluhan kali dalam satu jam pelajaran.<\/li>\n<li>Waktu menyala bisa mencapai 6\u201310 jam non-stop.<\/li>\n<li>Koneksi sering berpindah antara laptop guru, HP, atau perangkat siswa.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena itu, yang menentukan bukan hanya fitur, tetapi daya tahan terhadap pola penggunaan berat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fitur_dan_Fungsionalitas_Apakah_Smart_TV_Cukup\"><\/span>Fitur dan Fungsionalitas: Apakah Smart TV Cukup?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Banyak yayasan beranggapan: &#8220;Yang penting bisa tampilkan materi PPT, video pembelajaran, dan mirroring laptop.\u201d Tetapi kenyataannya, pembelajaran modern tidak lagi satu arah. Saat ini kurikulum menekankan:<\/p>\n<ul>\n<li>Kolaborasi.<\/li>\n<li>Learning by doing.<\/li>\n<li>Diskusi dua arah.<\/li>\n<li>Presentasi siswa.<\/li>\n<li>Kegiatan berbasis proyek.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pembelajaran membutuhkan interaksi. Dan di titik ini, Smart TV dan Interactive Flat Panel menjadi dua perangkat dengan filosofi penggunaan berbeda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Smart_TV_Dibangun_untuk_Hiburan_Bukan_Pendidikan\"><\/span>Smart TV Dibangun untuk Hiburan, Bukan Pendidikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Smart TV dirancang untuk Netflix, YouTube, streaming, dan remote control. Sentuhan layar (jika ada) biasanya sangat terbatas, tidak dirancang untuk menulis, apalagi menggunakan stylus.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Batasan_Smart_TV_di_Kelas\"><\/span>Batasan Smart TV di Kelas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Tidak mendukung penulisan langsung di layar.<\/li>\n<li>Tidak mendukung multi-touch untuk kolaborasi siswa.<\/li>\n<li>Konektivitas wireless sering delay.<\/li>\n<li>Tidak ada fitur anotasi untuk materi pembelajaran.<\/li>\n<li>Layar mudah rusak jika ditekan.<\/li>\n<li>Remote hilang = penggunaan terganggu.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ada sekolah yang melaporkan bahwa Smart TV mereka mulai menunjukkan garis vertikal setelah empat bulan karena siswa sering menyentuh layar terlalu keras. Karena memang Smart TV bukan layar sentuh edukasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Interactive_Flat_Panel_Dibangun_untuk_Pembelajaran_Aktif\"><\/span>Interactive Flat Panel Dibangun untuk Pembelajaran Aktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Interactive Flat Panel bukan hanya layar; ini adalah papan tulis digital, proyektor, speaker, smart board, dan trainer tool dalam satu perangkat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keunggulan_Utama_Interactive_Flat_Panel\"><\/span>Keunggulan Utama Interactive Flat Panel<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Multi-touch hingga 20 titik sentuh.<\/li>\n<li>Tempered glass 4\u20137 mm anti-gores.<\/li>\n<li>Built-in aplikasi whiteboard interaktif.<\/li>\n<li>Stylus presisi untuk penulisan.<\/li>\n<li>Mode anotasi pada semua aplikasi.<\/li>\n<li>Tidak membutuhkan remote.<\/li>\n<li>Konektivitas stabil untuk laptop\/HP.<\/li>\n<li>Mode pembelajaran split screen.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan perangkat ini, guru tidak hanya menampilkan materi, tetapi mengajak siswa berinteraksi langsung di layar.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aspek_Teknis_Perbedaan_yang_Menentukan_Umur_Pakai\"><\/span>Aspek Teknis: Perbedaan yang Menentukan Umur Pakai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika tujuan adalah penggunaan intensif selama 5 tahun atau lebih, maka faktor berikut menjadi penentu:<\/p>\n<ul>\n<li>Grade panel (consumer vs education grade).<\/li>\n<li>Ketahanan tombol kontrol.<\/li>\n<li>Kualitas speaker internal.<\/li>\n<li>Sistem operasi yang dioptimalkan untuk sekolah.<\/li>\n<li>Ketersediaan garansi onsite.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Smart TV umumnya menggunakan panel konsumen yang diproduksi massal dengan biaya rendah. Interactive Flat Panel menggunakan panel yang dirancang untuk pemakaian agresif dan jangka panjang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cost_of_Ownership_Lebih_Murah_di_Awal_Belum_Tentu_Hemat_di_Akhir\"><\/span>Cost of Ownership: Lebih Murah di Awal Belum Tentu Hemat di Akhir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika Smart TV rusak dalam 12\u201318 bulan, sekolah harus memperbaikinya atau membeli unit baru. Belum termasuk biaya tambahan:<\/p>\n<ul>\n<li>Bracket gantung.<\/li>\n<li>Sound system tambahan.<\/li>\n<li>Pointer atau pen digital.<\/li>\n<li>Dongle mirroring tambahan.<\/li>\n<li>Perawatan rutin.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Interactive Flat Panel mungkin lebih mahal di awal, tetapi tidak membutuhkan perangkat tambahan. Semua fitur sudah built-in.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jika_Tujuannya_Transformasi_Digital_Maka_Perangkat_Harus_Mampu_Tumbuh_Bersama_Sekolah\"><\/span>Jika Tujuannya Transformasi Digital, Maka Perangkat Harus Mampu Tumbuh Bersama Sekolah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bukan sekadar layar \u2014 tetapi fondasi pembelajaran digital jangka panjang.<\/p>\n<p>Bayangkan kelas 3\u20135 tahun ke depan:<\/p>\n<ul>\n<li>Siswa presentasi langsung di layar.<\/li>\n<li>Guru menilai dengan anotasi real-time.<\/li>\n<li>Pembelajaran berbasis video interaktif.<\/li>\n<li>Penggunaan AI pembelajaran personalisasi.<\/li>\n<li>Portofolio digital siswa.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Smart TV tidak dirancang untuk ini \u2014 tetapi Interactive Flat Panel sudah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan_Mana_yang_Benar_untuk_Kelas\"><\/span>Kesimpulan: Mana yang Benar untuk Kelas?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika tujuan sekolah hanya menampilkan video dan gambar, Smart TV cukup. Tetapi jika sekolah ingin menciptakan pengalaman belajar modern, kolaboratif, dan bertahan minimal 5 tahun dengan penggunaan intensif, maka Interactive Flat Panel adalah pilihan yang tepat.<\/p>\n<p>Pertanyaan akhirnya bukan &#8220;berapa harga perangkatnya&#8221;, tetapi:<\/p>\n<p>&#8220;Apakah perangkat ini akan membantu sekolah membangun kualitas pembelajaran yang lebih baik dalam jangka panjang?&#8221;<\/p>\n<p>Jika jawabannya ya, maka investasi pada Interactive Flat Panel jauh lebih masuk akal daripada sekadar membeli layar yang tidak sesuai fungsi kelas.<\/p>\n<table style=\"border-style: dashed;\" border=\"1\" width=\"100%\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"15\" bgcolor=\"#e6f7ff\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"BONUS_GRATIS_Video_Perbandingan_Ketahanan_Layar\"><\/span>BONUS GRATIS: Video Perbandingan Ketahanan Layar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ingin tahu perbedaan kualitas layar antara merk premium dan merk low-tier? Kami siapkan video pembanding eksklusif untuk membantu Anda membeli dengan yakin.<\/p>\n<p><strong>\u27a1\ufe0f Dapatkan Sekarang via WhatsApp<\/strong><br \/>\n<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=6281818899990&amp;text=Halo%20Indoproav%2C%20saya%20mau%20Lihat%20Video%20Perbedaan%20Ketahanan%20Layar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><br \/>\nKlik di sini untuk mendapatkan akses<\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Smart TV Biasa vs Interactive Flat Panel. Pernahkah Anda berada di situasi ini: sekolah ingin<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4597,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-ifp-smartboard"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4591"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4591\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4598,"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4591\/revisions\/4598"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoproav.id\/find\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}