Review Penggunaan IFP untuk Arsitek & Desainer

Rasanya buang waktu ketika sesi review gambar harus terhenti hanya karena detail di layar tidak terbaca. Anda sudah menyiapkan denah dengan skala akurat, tapi saat meeting klien atau internal tim, garis sambungan terlihat samar, dimensi harus ditebak, dan akhirnya keputusan desain ditunda.

Bagi arsitek, ini bukan sekadar soal layar kecil. Ini soal risiko salah interpretasi gambar yang bisa berujung revisi berulang, miskomunikasi dengan tim lapangan, bahkan pembengkakan biaya. Karena itu, penggunaan IFP untuk arsitek mulai dianggap sebagai kebutuhan kerja, bukan lagi fasilitas tambahan.


Kenapa Arsitek Butuh IFP, Bukan Sekadar TV atau Proyektor?

Banyak studio desain masih mengandalkan TV besar atau proyektor untuk review gambar teknik. Masalahnya, perangkat tersebut tidak dirancang untuk membaca detail teknis.

Analogi sederhananya seperti ini: TV itu seperti papan pengumuman, sedangkan IFP adalah meja gambar digital. Sama-sama besar, tapi fungsi dan presisinya berbeda.

Masalah Umum Saat Review Gambar Teknik

  • Garis tipis sulit terlihat
  • Zoom membuat gambar pecah
  • Penjelasan harus berulang-ulang
  • Tidak bisa langsung menandai revisi

Interactive Flat Panel (IFP) dirancang untuk kolaborasi visual profesional, dengan resolusi tinggi dan fitur sentuh yang mendukung proses desain.


Apa Itu IFP untuk Arsitek?

IFP adalah layar interaktif beresolusi 4K dengan ukuran besar (65–86 inci) dan sistem operasi Android bawaan.

Dalam workflow arsitektur, ifp untuk arsitek berfungsi sebagai:

  • Layar utama review gambar kerja
  • Media diskusi desain lintas tim
  • Alat presentasi klien yang presisi

Bayangkan IFP sebagai meja gambar raksasa yang bisa disentuh, ditulis, dan dibagikan ke semua orang di ruangan.


Solusi Langkah demi Langkah Menggunakan IFP untuk Arsitek

1. Gunakan CAD Viewer di Android

  • Buka file DWG, DXF, dan PDF langsung di IFP
  • Tidak tergantung laptop
  • Minim risiko error koneksi

2. Maksimalkan Resolusi 4K untuk Detail

  • Zoom presisi tanpa blur
  • Cek dimensi dan notasi teknis
  • Review detail konstruksi lebih percaya diri

3. Gunakan Fitur Anotasi

  • Tandai revisi secara visual
  • Tulis catatan langsung di gambar
  • Kurangi salah tafsir saat revisi

4. Kolaborasi Lebih Efektif

  • Semua tim melihat sudut pandang yang sama
  • Diskusi lebih cepat
  • Keputusan desain tidak tertunda

5. Simpan Hasil Review

  • Simpan anotasi
  • Bagikan ke tim drafter
  • Percepat proses revisi

Perbandingan IFP dengan Perangkat Lain

Aspek IFP TV Proyektor
Detail teknis ✔ Sangat jelas Cukup Kurang
Anotasi langsung
Kolaborasi tim ✔ Optimal Terbatas Terbatas

Jika semua langkah di atas terasa terlalu teknis dan memakan waktu, maka menggunakan IFP standar industri dari INDOPROAV adalah pilihan paling praktis. Perangkat sudah siap digunakan untuk kebutuhan profesional arsitektur.

Cek harga promo terbaru di halaman penawaran kami: Jual Interactive Flat Panel Display


IFP untuk arsitek membantu memastikan setiap keputusan desain diambil berdasarkan visual yang presisi—konsultasikan kebutuhan ruang kerja Anda bersama tim INDOPROAV.