Khawatir tagihan listrik kantor membengkak drastis setelah pasang videotron? Itu sangat wajar. Banyak pemilik gedung dan kantor baru sadar soal konsumsi listrik setelah videotron menyala penuh—dan saat tagihan datang, barulah panik.
Lebih parah lagi, di beberapa kasus:
- MCB sering turun
- Listrik gedung menjadi tidak stabil
- Videotron terpaksa dimatikan saat jam operasional
Sebagai konsultan teknis, satu hal yang sering saya tekankan: masalahnya jarang ada di videotron, tapi hampir selalu di perhitungan kebutuhan listrik videotron yang tidak realistis sejak awal.
Apa Itu Kebutuhan Listrik Videotron?
Secara teknis, kebutuhan listrik videotron adalah total daya listrik (watt) yang dibutuhkan seluruh panel LED agar videotron dapat beroperasi normal dan aman.
Bayangkan videotron seperti dinding lampu LED raksasa:
- Setiap panel = satu sumber konsumsi listrik
- Semakin banyak panel → semakin besar total watt
- Semakin tinggi brightness → konsumsi listrik ikut naik
Analogi sederhananya seperti AC:
- 1 AC → aman
- 10 AC tanpa hitung daya → MCB turun, sistem terganggu
Kesalahan yang sering terjadi:
- Salah asumsi watt per panel
- Tidak membedakan daya maksimal vs daya operasional
- Brightness disetel 100% terus-menerus tanpa kontrol
Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Listrik Videotron
1. Jenis Panel LED
- Indoor → daya relatif lebih kecil
- Outdoor → brightness tinggi → daya lebih besar
2. Pixel Pitch
- Pixel pitch kecil (P1.8, P2.5) → LED lebih rapat → lebih boros listrik
- Pixel pitch besar (P6, P8) → konsumsi listrik lebih hemat
3. Ukuran & Jumlah Panel
Semakin besar ukuran layar, semakin besar pula total kebutuhan listrik videotron.
Cara Menghitung Kebutuhan Listrik Videotron
1. Cek Daya per Panel (Watt)
Lihat spesifikasi pada datasheet panel LED:
- Contoh: 1 panel = 200 watt (maksimal)
Catatan: angka ini adalah daya puncak, bukan konsumsi harian.
2. Hitung Jumlah Panel Videotron
Contoh kasus:
- Ukuran layar: 4 m × 2 m
- Ukuran panel: 50 cm × 50 cm
Perhitungan:
- Lebar: 4 ÷ 0,5 = 8 panel
- Tinggi: 2 ÷ 0,5 = 4 panel
- Total = 32 panel
3. Hitung Total Daya Maksimal
Rumus:
Total Daya (Watt) = Jumlah Panel × Watt per Panel
Contoh: 32 × 200 watt = 6.400 watt (6,4 kW)
Ini hanya terjadi pada kondisi ekstrem seperti brightness 100% dan konten full putih.
4. Hitung Daya Operasional (Realistis)
Dalam penggunaan normal, videotron hanya memakai sekitar 30–40% dari daya maksimal.
Rumus aman:
Daya Operasional = 40% × Daya Maksimal
Contoh: 40% × 6.400 watt = 2.560 watt (~2,6 kW)
5. Estimasi Biaya Listrik Bulanan
Contoh simulasi realistis:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Daya Operasional | 2,6 kW |
| Waktu Nyala | 12 jam/hari |
| Pemakaian Bulanan | 936 kWh |
| Tarif PLN (±) | Rp1.700/kWh |
| Estimasi Biaya | ± Rp1,59 juta/bulan |
Dengan perhitungan ini, tidak ada lagi kejutan di akhir bulan.
Tips Agar Kebutuhan Listrik Videotron Tidak Boros
- Atur brightness sesuai kondisi ruangan dan jarak pandang
- Gunakan controller LED dengan fitur power management
- Pilih panel LED standar industri, bukan spek murah
- Hindari over-design (layar terlalu besar dari kebutuhan)
- Pastikan MCB, kabel, dan panel listrik sesuai daya total
Solusi Aman Tanpa Trial-Error
Tidak semua orang punya waktu untuk menghitung manual, trial brightness, dan menanggung risiko MCB turun saat operasional.
Karena itu, solusi paling aman adalah menggunakan sistem videotron dengan perhitungan kebutuhan listrik videotron yang sudah distandarisasi oleh INDOPROAV, sehingga lebih aman, awet, dan hemat jangka panjang.
Untuk melihat opsi videotron dengan spesifikasi listrik yang sudah disesuaikan kebutuhan gedung,
cek harga promo terbaru di halaman penawaran kami: [Jual Videotron Jakarta].
Dengan menghitung kebutuhan listrik videotron secara realistis sejak awal, Anda bisa menikmati layar besar tanpa takut tagihan membengkak. Untuk hasil paling aman, konsultasikan langsung dengan tim teknis INDOPROAV.
